AS, Positif Flu Burung
Jakarta, 22 Agustus 2007 - AS (P, 28 tahun) asal Banjar Batu Gaing, Baraban, Kediri, Tabanan Bali yang meninggal tanggal 21 Agustus 2007 jam 13.30 di RSU Sanglah, dinyatakan positif flu burung berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Badan Litbangkes dan Laboratorium Eijkman Jakarta. Dengan demikian di Propinsi Bali terdapat 2 kasus positif Flu Burung meninggal dunia. Secara kumulatif kasus Flu Burung di seluruh Indonesia mencapai 105 orang, 84 orang diantaranya meninggal dunia. Angka kematiannya (Case Fatality Rate = CFR ) 80%.
Demikian data terbaru yang diperoleh Pusat Komunikasi Publik dari Dr. H. Nadhirin, Posko Kejadian Luar Biasa (KLB) Flu Burung Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes RI, 22 Agustus 2007. yakni oseltamivir, hanya berfungsi menekan perkembangan virus. Satu-satunya cara yang paling efektif adalah mencegah jangan sampai tertular virus Flu Burung.
Selain itu, sumber penularan Flu Burung masih berasal dari unggas. Karena besarnya faktor risiko penularan pada manusia, masyarakat diimbau tidak memelihara unggas untuk sementara waktu atau memisahkan unggasnya dari pemukiman.
Apabila menemukan ayam/unggas sakit atau mati mendadak di lingkungan sekitar, diminta segera melaporkan ke RT/RW, Kepala Desa/Lurah, Camat/Puskesmas atau ke Dinas Pertanian/Kesehatan setempat.
Belum ada obat manjur yang dapat mengobati Flu Burung. Obat yang ada yakni oseltamivir, hanya berfungsi menekan perkembangan virus. Satu-satunya cara yang paling efektif adalah mencegah jangan sampai tertular virus Flu Burung.
Selain itu, sumber penularan Flu Burung masih berasal dari unggas. Karena besarnya faktor risiko penularan pada manusia, masyarakat diimbau tidak memelihara unggas untuk sementara waktu atau memisahkan unggasnya dari pemukiman.
Apabila menemukan ayam/unggas sakit atau mati mendadak di lingkungan sekitar, diminta segera melaporkan ke RT/RW, Kepala Desa/Lurah, Camat/Puskesmas atau ke Dinas Pertanian/Kesehatan setempat.
Untuk mencegah dan melindungi diri agar tidak tertular Flu Burung, masyarakat diminta :
- Tidak menyentuh unggas yang sakit atau mati. Jika terlanjur, segera bersihkan tubuh dengan sabun.
- Cuci tangan dengan air dan sabun dan peralatan masak. Masak unggas dan telur unggas hingga matang
- Pisahkan unggas dari manusia. Pisahkan unggas baru dari unggas lama selama 3 minggu
- Periksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit jika mengalami gejala flu dan demam, terutama setelah berdekatan dengan unggas.
AS (P,28) mulai sakit Agustus 2007. Masuk RSU Sanglah Denpasar tanggal 8 Agustus 2007 dengan keluhan sesak napas. Kontak ayam sebagai pengepul ayam. Rapid test ayam positif H5N1.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-5223002 dan 52960661, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id.
Kepala Pusat Komunikasi Publik

dr. Lily. S. Sulistyowati, MM
NIP 140 218 301