Agustus 2007

    Berita > Jakarta, 15 Agustus 2007
Balita 2 Tahun Dinyatakan Negatif Flu Burung

Jakarta, 15 Agustus 2007, Pada hari ini,  Departemen Kesehatan menyatakan bahwa PN, bocah perempuan berusia 2 tahun, yang merupakan tetangga dari korban flu burung pertama di Bali tidak terinfeksi virus flu burus H5N1. Balita ini tinggal di dusun yang sama dengan NLP (P, 29 tahun) di Kabupaten Jembrana, Bali. PN mulai mengalami sakit sejak 10 Agustus dengan keluhan panas dan pilek. Sebagai langkah pencegahan, spesimen dari PN telah diambil dan dikirimkan ke laboratorium di Jakarta yang hasilnya menunjukkan bahwa PN negatif flu burung. D (P, 5 tahun) anak dari NLP, meninggal pada 4 Agustus lalu, dimana sudah dikuburkan sebelum diambil spesimennya untuk diperiksa.

Para peneliti menyimpulkan bahwa NLP dan D terpapar oleh virus flu burung di lokasi. Petugas yang didukung oleh para pakar dari badan PBB sedang berupaya  menahan penyebaran penyakit dengan melakukan pemusnahan unggas massal di lokasi dan juga kegiatan mobilisasi sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai flu burung.

Sampai saat ini sumber penularan virus H5N1 pada manusia berasal dari unggas. Langkah-langkah pencegahan perlu dilakukan untuk menghindari terinfeksi Flu Burung.

Untuk melindungi diri agar tidak tertular Flu Burung, hendaknya masyarakat:
  1. Tidak menyentuh unggas yang sakit atau mati. Jika terlanjur, segera bersihkan tubuh dengan sabun. Langsung laporkan kejadian tersebut pada RT/RW atau Kepala Desa,
  2. Menggunakan air dan sabun untuk mencuci tangan dan peralatan masak. Masak unggas dan telur unggas hingga matang,
  3. Memisahkan unggas dari manusia. Pisahkan unggas baru dari unggas lama selama 3 minggu,
  4. Memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit (terutama rumah sakit rujukan pemerintah) jika mengalami gejala flu dan demam, terutama setelah berdekatan dengan unggas.