Agustus 2007

    Berita > Jakarta, 13 Agustus 2007
NLP, KORBAN FLU BURUNG KE 103

Jakarta, 13 Agustus 2007, Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Badan Litbangkes Depkes, NLP (P, 29 tahun) warga Dusun Dangin Tukad Aya, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Propinsi Bali, dinyatakan  positif H5N1, Minggu 12 Agustus 2007.  NLP bekerja sebagai mengrajin mote sulam. Sementara Laboratorium Eijkman menyatakan NLP positif Flu Burung, Senin 13 Agustus 2007. Dengan demikian, NLP merupakan orang ke-82 yang meninggal akibat terserang virus flu burung H5N1. NLP merupakan kasus Flu Burung pertama di Pripinsi Bali. Sampai dengan 13 Agustus 2007, tercatat 12 propinsi yang memiliki kasus Flu Burung pada manusia dengan total kasus sebanyak 103 orang. Dengan bertambah satu kasus ini, angka kematian (CFR = Case Fatality Rate) mencapai 79.6 %. Ini berarti, dari 5 orang penderita Flu Burung, hanya 1 orang yang selamat.


Demikian data yang diperoleh Pusat Komunikasi Publik dari Posko Kejadian Luar Biasa (KLB) Flu Burung Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) Depkes RI sampai dengan 13 Agustus 2007. Hari ini, Dinas Kesehatan Propinsi Bali bersama dengan tim surveilan dari Departemen Kesehatan telah turun ke lokasi untuk melakukan investigasi.

NLP, mulai sakit tanggal 3 Agustus, dengan gejala panas, batuk berdahak, dan menggigil. Tanggal 6 Agustus, NLP  berobat ke perawat praktek swasta. Tanggal 7 Agustus berobat ke  dokter praktek swasta. Baru pada tanggal 8 – 10 Agustus, NLP dirawat di RSUD Negara sebelum dirujuk ke RS Sanglah dengan diagnosa preumonia berat. Tanggal 10 Agustus 2007, NLP masuk RS Sanglah dengan gejala panas sampai 400C, batuk berdahak, dan sesak. NLP meninggal tanggal 12 Agustus 2007. Sebelumnya D (5 tahun) anak NLP, meninggal tanggal 3 Agustus akibat pneumonia. Berdasarkan hasil penyelidikan, pada awal hingga pertengahan bulan Juli diketahui ada ayam peliharaan NLP dan ayam tetangganya mati mendadak. Sebelum meninggal, D, sempat bermain dengan ayam-ayam tersebut. Berdasarkan hasil Laboratorium Dinas Peternakan, ayam-ayam yang mati disekitar tempat tinggal NLP, positif Flu Burung.

Tanggal 17 Juli 2007, Dinas Peternakan telah melakukan culling (pemusnahan) unggas di Kabupaten Jembrana karena daerah tersebut endemis Flu Burung pada unggas dan terbukti terjadi outbreak (wabah) pada unggas.

Saat ini, tetangga NLP bernama PN (P, 2 tahun 9 bulan) dirawat di RS Sanglah sebagai kasus suspek Flu Burung. PN, mulai sakit tanggal 10 Agustus dengan keluhan panas dan pilek. Sejak 12 Agustus 2007, PN dirawat di RS Sanglah dan sudah diberi oseltamivir.

Sampai saat ini sumber penularan flu burung masih berasal dari unggas. Karena besarnya faktor risiko penularan Flu Burung pada manusia, masyarakat  diimbau untuk memisahkan unggasnya dari pemukiman. Masyarakat sebaiknya waspada dan tanggap terhadap unggas yang sakit dan mati mendadak. Langkah-langkah pencegahan perlu dilakukan untuk menghindari terinfeksi Flu Burung.

Untuk melindungi diri agar tidak tertular Flu Burung, hendaknya masyarakat:

  1. Tidak menyentuh unggas yang sakit atau mati. Jika terlanjur, segera bersihkan tubuh dengan sabun. Langsung laporkan kejadian tersebut pada RT/RW atau Kepala Desa,
  2. Menggunakan air dan sabun untuk mencuci tangan dan peralatan masak. Masak unggas dan telur unggas hingga matang,
  3. Memisahkan unggas dari manusia. Pisahkan unggas baru dari unggas lama selama 3 minggu,
  4. Memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit (terutama rumah sakit rujukan pemerintah) jika mengalami gejala flu dan demam, terutama setelah berdekatan dengan unggas.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-5223002  dan 52960661, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id. 

Kepala Pusat Komunikasi Publik

dr. Lily. S. Sulistyowati, MM

NIP 140 218 301