Pemerintah Indonesia Merumuskan Rencana Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Flu
Bogor Jawa Barat, 7 Agustus 2007, Pejabat pemerintah, pakar internasional dan perwakilan organisasi masyarakat serta pihak swasta bertemu selama dua hari di Bogor, Jawa Barat, untuk merumuskan sebuah rencana kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi pandemi influenza.
Para pakar berpendapat virus flu burung H5N1, yang telah menewaskan 81 orang dan jutaan ekor burung di Indonesia, mempunyai potensi bermutasi ke jenis lain yang dapat menular antar manusia dengan cepat dan menimbulkan sebuah pandemi global.
“Sejarah telah menunjukkan bahwa pandemi influenza dapat membunuh jutaan manusia dari semua kalangan: kaya, miskin, muda dan tua. Semua orang beresiko sama,” jelas Bayu Krisnamurthi, Ketua Pelaksana Harian Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (KOMNAS FBPI).
“Kita semua harus belajar dari masa lalu dan mempersiapkan diri untuk menghadapi yang terburuk, dimana semua pihak, mulai dari pemerintah dan sektor swasta hingga masyarakat siap untuk menghadapinya. Jika hal ini tercapai, kita tidak hanya meminimalisir dampak ekonomi dan sosial dari sebuah pandemi, namun juga menyelawatkan nyawa manusia,” imbuhnya.
Lokakarya yang diselenggarakan selama sejak hari Senin tersebut membahas isu-isu seputar kesiapsiagaan menghadapi pandemi influenza seperti pengawasan dan deteksi, isolasi dan karantina, kesehatan masyarakat dan pelayanan, bisnis dan kesinambungan infrastruktur vital, serta pemulihan situasi dan rehabilitasi pascapandemi.
Para peserta bersma-sama merumuskan cara agar masyarakat dapat terus menerima pelayanan dasar seperti perawatan kesehatan, makanan, air, listrik dan keamanan.
“Komunikasi publik memegang peranan penting dalam rencana pandemi ini”, jelas Bayu.
“Tidak mungkin bagi pemerintahan atau institusi manapun untuk dapat menangani semua aspek dari sebuah pandemi. Masyarakat perlu mengetahui bagaimana bertindak saat virus menyerang dan apa yang dapat dilakukan untuk melindungi diri”, tambahnya.
Rancangan rencana kesiapsiagaan menghadapi pandemi yang baru ini akan diselesaikan pada awal 2008 dan merujuk pada “Rencana Strategi Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza Indonesia” yang telah dikembangkan di tahun 2005.
Hingga tahun 2006, kurang dari 50 negara di dunia yang memiliki rencana kesiapsiagaan menghadapi pandemi.
Lokakarya multisektoral ini diikuti oleh Departemen Kesahatan, Departemen Pertanian, Departemen Dalam Negeri, Departemen Luar Negeri, Departemen Komunikasi dan Informasi, TNI, POLRI, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Departemen Sosial, Departemen Keuangan, Kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Departemen Perhubungan, Departemen Hukum dan Hak Azasi Manusia, Pemerintah Daerah DKI Jakarta, Palang Merah Indonesia. Sektor swasta dan nonpemerintah meliputi PT.Indofarma, Pertamina, RS Persahabatan, RSPI Sulianti Saroso, dan perwakilan dari grup media. Para pakar yang datang berasal dari Johns Hopkins University, the University of Pittsburgh Medical Center, the Centers for Disease Control and Prevention, the World Health Organization, UNICEF, Food and Agricultural Organization, International Organization for Migration, International Federation of Red Cross, dan juga USAID, AusAID, ASEAN, dan USDA.
Lokakarya ini selenggarakan oleh KOMNAS FBPI dengan dukungan dari United States Agency for International Development (USAID) melalui program Community Based Avian Influenza Control (CBAIC).
TANGGAP FLU BURUNG! TANGAN KITA PENCEGAH FLU BURUNG!
Untuk informasi lebih lanjut hubungi:
KOMNAS FBPI Media Center
No.Telp.: (62-21) 3853515/3854227
Tod Mohamed (Media Internasional)
Mobile : 0811936674
Email: tod.mohamed@gmail.com
Arie Rukmantara (Media Nasional)
Mobile: 0817754548
Email: rukmantara@gmail.com