Berita Terakhir

    Berita
Bajaj Bajuri Kampanye Pandemi

Jakarta, 14 Agustus 2009 - KOMNAS FBPI - Pemerintah Indonesia meluncurkan drama radio sebagai materi komunikasiuntuk menggencarkan kampanye pemahaman publik terhadap pandemi influenza agar masyarakat umum dapat melindungi diri dari penularan flu, paham cara tepat merawat penderita flu dan mulai mempraktekkan flu etiket lebih sering dan lebih luas.

Badan koordinasi penanggulangan pandemi influenza, Komite Nasional Pengendalian Flu Burung danKesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI) menggandeng UNICEF Indonesia danPemerintah Kanada dalam memproduksi materi komunikasi yang efektif dan mudah diterima khalayak umum.

Kerjasama ketiga lembaga ini menghasilkan sebuah radio drama bertajuk "Keluarga Bajuri Menghadapi Pandemi". Drama radio enam episode ini menampilkan para pemeran sinetron komedi Bajaj Bajuri yang berakting seakan mereka sedang menghadapi pandemi atau wabah raya flu yang gawat.Saat ini pandemi influenza jenis virus influenza H1N1 2009—yang sebelumnya dikenal dengan Flu Babi—dikategorikan moderat atau ringan.

"Materi komunikasi yang efektif ialah materi yang mengandung pesan yang dimengerti banyak orang. Kami yakin, drama radio ini akan membantu menyebarkan pesan-pesan pencegahan flu yang sederhana tapi penting: seperti mencuci tangan dengan air dan sabun secara rutin," ujar drh. Memed Zulkarnaen, koordinator bidang komunikasi Komnas FBPI, pada kesempatan meluncurkan pemutaran perdana drama radio tersebut di pelataran parker Radio Elgangga, Bekasi, Jawa Barat pada hari Jum'at (14/8).

Emak, Oneng, Bajuri, Ucup dan Parti ditambah Pak RT menggambarkan suasana saat wabah flu baru tiba di kampung mereka, saat wabah tersebut merebak dan detik-detik ketika flu mereda serta kehidupan kampong mereka kembali seperti semula.

Pesan-pesan pencegahan penyebaran flu dikemas dengan sederhana dan tersebar dalam semua episode yang masing-masing berdurasi antara 20 hingga 30 menit. Para pandengar drama radio diharapkan dapat menangkap pesan-pesan tersebut dan memulai pola hidup yang lebih bersih dan lebih sehat dalam rangka melindungi diri mereka dari serangan Flu H1N1 2009—yang sebelumnya dikenal dengan Flu Babi—maupun dari ancaman Flu Burung, yang masih ada di Indonesia.

"Tetap tenang, pahami gejala dan serba-serbi penyakit flu dan selalu tanggap apabila situasi wabah flu berubah," terang Memed Zulkarnaen, yang sebelumnya juga dikenal aktif mengendalikan penyebaran flu burung di Indonesia.

Pesan Pemerintah Republik Indonesia:
Ambil Tindakan TEPAT (TEtap tenang, PAhami penyakit flu, dan Tanggap
terhadap perubahan situasi)

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Bidang Komunikasi KOMNAS FBPI
komunikasi.fbpi@gmail.com