Berita Peluncuran AI (Avian Influenza) Kit
100.000 Dusun Memperoleh Paket Pencegahan Flu Burung
31 Mei 2007, Tanggulun Timur, Jawa Barat Proyek ambisius untuk memberikan informasi yang sangat penting mengenai flu burung (AI - avian influenza) langsung ke ribuan penduduk dusun di Indonesia secara resmi dimulai pada hari ini di pedesaan Jawa Barat.

Dari kiri ke kanan: Ketua Harian KOMNAS FBPI Bayu Krisnamurthi, Bupati Subang Eep Hidayat, Camat Kalijati Ading Suherman, Kepala Desa Tanggulun Timur Endang Suheri berfoto bersama saat peluncuran Paket Pencegahan Flu Burung di Desa Tanggulun Timur di Subang, Jawa Barat pada hari Kamis, 31 Mei 2007. Paket Pencegahan Flu Burung akan dibagikan ke 100,000 kepala dusun dan kepala desa di daerah beresiko tinggi. Paket tersebut berisi masker, sarung tangan, spanduk, VCD flu burung, sabun cair dan sabun batang serta stiker, flyer dan buklet yang menjelaskan cara-cara menekan resiko tertular flu burung. Photo oleh UNICEF/Edy Purnomo

Paket Pencegahan Flu Burung (FB) merupakan perangkat pelatihan yang sangat efektif yang akan diserahkan kepada 100.000 pemuka dusun di berbagai wilayah beresiko tinggi. Setiap paket peralatan berisi masker, sarung tangan, spanduk jalanan, dua VCD flu burung, sabun cair, sabun batangan, serta stiker, pamflet dan brosur yang menerangkan cara yang efektif untuk menurunkan resiko tertular virus flu burung H5N1, yang secara umum dikenal sebagai flu burung. Para pemuka dusun dapat menggunakan paket peralatan ini untuk berbagi informasi mengenai flu burung dengan penduduk mereka dan menunjukkan tindakan yang efektif yang dapat membantu menghentikan penularan virus. Komite Nasional Flu Burung Pandemik Influenza (KOMNAS FBPI), bersama-sama dengan UNICEF, mendistribusikan paket peralatan gratis tersebut. Paket Pencegahan FB diyakini merupakan tindakan yang dilakukan dunia pertama kali dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap AI.

“Paket Pencegahan FB ini merupakan cara sederhana untuk memberitahukan kepada masyarakat anda mengenai flu burung,” ujar Bayu Krisnamurthi, Kepala Eksekutif KOMNAS FBPI, yang memulai proyek tersebut di sini hari ini.

Ketua Harian KOMNAS FBPI Bayu Krisnamurthi menunjukkan sebuah tas plastik yang berisi Paket Pencegahan Flu Burung di depan pimpinan dan masyarakat Desa Tanggulun Timur di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Paket Pencegahan Flu Burung akan dibagikan ke 100,000 kepala dusun dan kepala desa di daerah beresiko tinggi. Paket tersebut berisi masker, sarung tangan, spanduk, VCD flu burung, sabun cair dan sabun batang, serta stiker, flyer dan buklet yang menjelaskan cara-cara menekan resiko tertular flu burung.Photo oleh UNICEF/Edy Purnomo
Bayu menjelaskan bahwa beberapa kasus infeksi H5N1 pada manusia di Indonesia terjadi karena korban tidak waspada terhadap faktor resiko flu burung – termasuk bersentuhan dengan unggas yang sakit – dan mereka tidak mengetahui mengenai tindakan pencegahan yang sederhana dan efektif yang dapat menurunkan resiko tertular virus tersebut.

“Rumah tangga di seluruh Indonesia menghadapi resiko terbesar untuk tertular flu burung. Paket peralatan ini merupakan cara untuk dapat mencapai seluruh rumah tangga sampai tingkat dusun,” ujarnya. Bayu mengucapkan terima kasih kepada UNICEF untuk mengusulkan gagasan mengenai Paket Pencegahan FB dan bekerja keras untuk mewujudkannya.

“Ini merupakan peluang bagi semua orang untuk membahas persoalan tentang flu burung dan mendapatkan cara untuk memecahkannya. Saya mendorong kalian untuk menggunakan peluang ini dan memainkan peranan penting dalam menurunkan tingkat ancaman besar ini. Permasalahan flu burung tidak dapat dipecahkan kecuali kita semua bekerja bersama dan melakukan tindakan pencegahannya sekarang. Komitmen yang kalian buat hari ini akan menyelamatkan banyak nyawa.”

“Gunakan peralatan ini. Pahami flu burung. Beritahukan tetangga anda mengenainya dan cara untuk menurunkan kemungkinan tertular virus tersebut,” tambah Duta Kampanye Nasional TANGGAP FLU BURUNG Farhan, yang juga secara langsung meluncurkan Paket Pencegahan FB secara resmi hari ini. “Flu burung tidak hanya memakan lusinan jiwa namun flu burung juga merugikan banyak orang yang kehilangan unggas mereka karena virus mematikan ini. Anak-anak merupakan pihak yang paling rentan terhadap virus ini dan dilarang untuk bersentuhan langsung dengan unggas. Anak-anak membutuhkan perlindungan kita.” 

Duta Kampanye Nasional TANGGAP FLU BURUNG Farhan mencuci tangannya di tempat cuci tangan umum yang didirikan oleh masyarakat Desa Tanggulun Timur di Kabupaten Subang, Jawa Barat sebagai salah satu cara memerangi penyebaran flu burung. Farhan hadir di desa tersebut untuk meluncurkan Paket Pencegahan Flu Burung. pada hari Kamis, 31 Mei 2007. Paket Pencegahan Flu Burung akan dibagikan ke 100,000 kepala dusun dan kepala desa di daerah beresiko tinggi. Paket tersebut berisi masker, sarung tangan, spanduk, VCD flu burung, sabun cair dan sabun batang, serta stiker, flyer dan buklet yang menjelaskan cara-cara menekan resiko tertular flu burung. Photo oleh UNICEF/Edy Purnomo

Paket Pencegahan FB telah memberikan pengaruh di dusun Tenggulun Timur. Para pemuka masyarakat, dengan terinspirasi oleh informasi di dalam Paket Peralatan AI, telah memutuskan untuk membangun fasilitas cuci tangan umum gratis. Cuci tangan dengan sabun merupakan cara yang efektif untuk menurunkan resiko tertular flu burung.

Perusahaan sektor swasta UNILEVER menyumbangkan sabun cair dan batangan untuk Paket Peralatan AI, sedangkan badan pembangunan Amerika USAID-CBAIC menyumbangkan VCD.

Virus flu burung H5N1, yang juga dikenal sebagai flu burung, merupakan virus yang sangat bersifat patogen terutama terhadap burung. Namun pada kasus yang jarang terjadi, virus tersebut juga dapat menular pada manusia. Sampai sekarang, telah terjadi 97 kasus penularan virus flu burung H5N1 pada manusia di Indonesia, dan menyebabkan 77 kematian di antara kasus tersebut – lebih besar daripada negara lain. Hampir setengah dari kasus tersebut dialami oleh anak-anak. Penyakit tersebut juga telah membunuh jutaan ayam dan unggas lainnya di Indonesia, dan menyebabkan dampak yang signifikan bagi peternak unggas di seluruh negara.  Para ahli khawatir bahwa virus tersebut dapat bermutasi menjadi bentuk baru yang dapat menyebar secara mudah di antara manusia, yang karenanya potensial untuk memulai pandemik flu pada manusia.

Terdapat langkah-langkah dimana setiap orang Indonesia dapat menurunkan resiko tertular virus H5N1.
  1. Jangan menyentuh unggas yang sakit atau mati; apabila anda melakukannya, cuci tangan anda segera dan laporkan kepada pihak berwenang setempat.
  2. Cuci tangan dan peralatan rumah tangga anda dengan sabun dan air sebelum makan dan memasak. Masak unggas dan telur sampai matang.
  3. Pisahkan unggas anda dan pisahkan seluruh unggas baru selama dua minggu.
  4. Datangi klinik kesehatan segera apabila anda mengalami demam dengan gejala menyerupai flu dan anda telah bersentuhan dengan unggas sebelumnya.
Untuk informasi mengenai Paket Peralatan AI dan mengenai flu burung, kunjungi website kami di www.komnasfbpi.go.id  atau hubungi:

Pusat Media KOMNAS

Arie Rukmantara
0817754548
rukmantara@gmail.com

Andika Aji Pambudi
08569875090
andika.aji@gmail.com